Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2017

Cahaya Bintang (Matahari)

"... Ia laksana bulan purnama yang bersinar terang dan juga bintang yang berkilauan. Namun kalau cahaya matahari datang, cahaya bintang dan terang purnama akan tenggelam ... " tulis seorang penulis buku favorit saya. Habiburrahman El Shirazy atau biasa disapa kang Abik. Tulisannya selalu Bagus, menginspirasi, dan benar benar pembangun jiwa. Juga penggambarannya mengenai keadaannya tertulis dengan seksana sehingga membuat pembaca merasa berada di tempat yang ada di buku. Salah satu karangannya adalah "Bumi Cinta", kalau hanya melihat dari judul, dikiranya pasti tentang dua insan manusia, namun yang saya dapat dari buku ini bukan mengenai hal tersebut, melainkan dari sisi yang lebih membangun jiwa dan menginspirasi untuk segera berekspedisi ke tempat tempat yang ada di buku. Buku "Bumi Cinta" udah lama dibaca, tapi ceritanya tetap mengena di jiwa. Dan sekarang sedang proses membaca buku yang salah satu cuplikannya ada diatas :) Selagi tidak sibuk, luang...

Mencetak generasi yang unggul (?)

Badiuzzaman Said Nursi. Masya Allah. Seorang ulama asal Turki yang amat mencintai ilmu, amat menghormati orang-orang yang berilmu dan sangat menjunjung tinggi ilmu. Bahkan beliau lebih mencintai ilmu ketimbang memikirkan tentang jodohnya, masya Allah. Sungguh berbeda dengan yang terjadi saat ini. Saat ini yang terjadi malah banyak remaja yang lebih memilih pergaulan bebas dan menganggap remeh ilmu. Sungguh miris ketika melihat banyak remaja yang menganggap enteng sebuah ilmu, menganggap remeh orang-orang yang berilmu. Na'udzubillah. Badiuzzaman Said Nursi. Mungkin kalau sekarang itu kalau di tes IQnya, hasilnya sangat besar. Mungkin bisa mengalahkan seorang superjenius asal korea bernama Kim Ung Yonga, yang konon katanya saat umur 3 tahun telah menguasai 4 bahasa,  Jepang, Korea, Jerman, Inggris. Saat umur 4 tahun telah mampu memecahkan soal-soal integral kalkulus dan IQnya mencetak 210. Masya Allah, Baidiuzzaman bisa lebih dari itu. Badiuzzaman mampu menghatamkan 80 kitab d...

Untukmu

Tenang wahai masa depan. Ku cipta ruang kosong dihati ini hanya untukmu seorang. Untukmu yang masih belum terang, masih samar, masih jauh disana, tertutup qalbu, qalbu yang masih tahap memperbaiki. Ku cipta semuanya, kehalalan, kesucian, kejernihan hati ini sungguh hanya untukmu. Untukmu yang tertulis di lauhul mahfuzh. Ku cipta rasa ini, rasa tulus ini, rasa yang tak terbagi lagi kecuali kedua orang tua, nabi dan juga illahi hanya untukmu. Untukmu yang sedang berkelana kesana kemari, yang tak pernah ku ketahui atau bisa jadi justru berkegiatan dan berjumpa setiap hari. Ku cipta semesta isi hati ini, semesta yang masih kosong, masih sunyi dan masih jernih bak air tenang diatas samudra yang luas hanya untukmu. Untukmu yang juga sedang berproses dan berprogres seperti yang ku jalani saat ini. Ketika hati ini mulai lemah, mulai jatuh dan mulai tumbang, ingatlah sesungguhnya hati ini hanya untukmu seorang :) Nuril Fikhi Kamila Di kamar asrama putri Salman ITB 23.09, kamis 07 Se...