Badiuzzaman Said Nursi.
Masya Allah.
Seorang ulama asal Turki yang amat mencintai ilmu, amat menghormati orang-orang yang berilmu dan sangat menjunjung tinggi ilmu.
Bahkan beliau lebih mencintai ilmu ketimbang memikirkan tentang jodohnya, masya Allah.
Sungguh berbeda dengan yang terjadi saat ini. Saat ini yang terjadi malah banyak remaja yang lebih memilih pergaulan bebas dan menganggap remeh ilmu. Sungguh miris ketika melihat banyak remaja yang menganggap enteng sebuah ilmu, menganggap remeh orang-orang yang berilmu. Na'udzubillah.
Badiuzzaman Said Nursi.
Mungkin kalau sekarang itu kalau di tes IQnya, hasilnya sangat besar. Mungkin bisa mengalahkan seorang superjenius asal korea bernama Kim Ung Yonga, yang konon katanya saat umur 3 tahun telah menguasai 4 bahasa, Jepang, Korea, Jerman, Inggris. Saat umur 4 tahun telah mampu memecahkan soal-soal integral kalkulus dan IQnya mencetak 210. Masya Allah, Baidiuzzaman bisa lebih dari itu.
Badiuzzaman mampu menghatamkan 80 kitab dalam waktu 3 Bulan, yang mana biasanya kitab-kitab itu diselesaikan selama belasan tahun. Masya Allah, sungguh Maha Besar Engkau menciptakan suatu makhluk.
Badiuzzaman Said Nursi bisa sampai sebegitu hebatnya tentu bukan secara tiba-tiba. Beliau dilahirkan oleh seorang sufi Mirza yang berasal dari desa Nurs, sufi Mirza ini mendapat julukan sufi karna keteguhannya menjaga dirinya dari hal hal yang haram maupun subhat, bahkan saat itu ketika ia menggembala kambing, tak pernah sekalipun kambingnya boleh memakan rumput yang bukan miliknya, bahkan suatu ketika ketika ia menggembala dan ketiduran, ada satu kambing yang lepas dan kemudian diketahui memakan rumput di lahan bukan miliknya, akhirnya sufi Mirza mendatangi rumah sang pemilik dan minta dihalalkan untuk kambingnya. Masya Allah.
Tak hanya ayahnya Badiuzzaman Said Nursi saja yang hebat, Said Nursi dilahirkan oleh seorang ibu yang amat menjaga sholat malamnya dan amat menghormati suaminya dan selalu mendidik anak-anaknya untuk selalu berpedoman pada Al-Quran dan Hadist, masya Allah.
Sungguh, ketika kita melakukan hal atas landasan Allah, maka akan kita petik(peroleh) sesuai dengan apa yang kita inginkan. Masya Allah. Rasanya berkali-kali rasa takjub ini singgah.
Hmm memang benar, seorang yang baik itu dilahirkan oleh penerus yang baik. Hmm sempat kepikiran yg terjadi saat ini. Yang terjadi saat ini seakan akan justru banyak orang yang baper, tapi tidak diimbangi dengan perbaikan diri. Padahal lebih tepat perbaiki dulu lah diri kita, karna bisa jadi jodoh kita esok hari akan menjemput, jodoh disini yg dimaksud bukan hanya tentang teman (hidup) tetapi kematian juga merupakan jodoh kita. Sudah siapkah kita ketika esok pagi dijemput oleh sang jodoh yang mungkin belum terlintas dipikiran kita? Mari selalu teguhkan hati untuk masa depan yang kekal di akhirat nanti :))
Hmm btw
Saya pribadi mengetahui tentang Badiuzzaman ini semua berkat membaca. Iya karna membaca, saya mendapat sesuatu yang belum pernah saya dapat sebelumnya.
Membaca tak hanya ketika akan ujian menerpa, tak hanya materi-materi pelajaran saja, melainkan banyak sekali hal-hal yang perlu kita baca untk dapat meningkatkan wawasan serta meningkatkan keimanan kita kepada Sang Pencipta, Allah SWT.
Nuril Fikhi Kamila
22.15, Minggu, 10 September 2017
Di kamar 402 Asrama Putri Salman ITB
Komentar
Posting Komentar