Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2017

Suasana hati (MOOD)

MOOD Hampir setiap orang tentu telah mengenal kata ini. Bahkan tanpa terasa bisa jadi kata ini diucapkan setiap hari, misal "aku lagi gak mood nih" dll. Namun, tahukah bahwa kata ini sebenernya adalah kata serapan dari bahasa inggris yang memiliki arti 'suasana hati'? Yaa, jadi mood ini dalam artian bahasa indonesia adalah suasana hati. Menurut wikipedia, Suasana hati  ( bahasa Inggris :  mood ) adalah suatu bentuk keadaan emosional. Munculnya berbeda dari emosi karena cenderung tidak spesifik, tidak intens, dan tidak selalu muncul oleh  stimulus  atau kejadian tertentu. Setiap manusia tentu akan memiliki mood yang berbeda dalam setiap kejadian. Ada yang selalu memiliki good mood ada pula yang selalu terlihat bad mood. Good mood dan bad mood ini sebenernya dipengaruhi oleh kepribadian masing-masing individu. Orang yang memiliki kepribadian optimis, akan cenderung memiliki mood yang bersemangat begitu pula orang yang berkepribadian pesimis, akan cenderung memili...

Sepenggal kisah mengenai salah satu janji Allah

Bismillah Sebelum membuka cerita tentang yang ingin ku tulis ini, mari baca bismillah terlebih dulu :)) Sebelumnya, ingin ku bercerita tentang suatu kisahku di semester 4 kemaren. Di semester 4 kemaren, ada suatu mata kuliah bernama Kalkulus Peubah Banyak, 4 sks. Mata kuliah ini adalah salah satu matkul wajib Matematika ITB tingkat 2 semester genap, yang mana matkul ini masuk dalam Kelompok Keahlian Analisis Geometri (yang jarang banget diambil untuk skripsi oleh mahasiswa jurusan Matematika). Oke lanjut, jadi angkatanku (Matematika 2015) ini ceritanya pertama kali angkatan yang menggunakan buku Springer, dan kebetulan buku Springer ini bahasanya susah dimengerti, akhirnya selain karna materinya yang susah, bahasa yang susah menjadi penambah kendala bagi kami MA '15. Dilain cerita,  di semester 4 ini (lebih tepatnya saat bulan bulan akhir semester 4), aku mendapat amanah di suatu kepengurusan yaitu sebagai admin divisi KLC, dibagian ke LPJ, data-data adik KLC dan surat surat peminj...

Keluargaku, Karisma ITB 💕

Aku pernah menulis caption ini sebelumnya, yaitu mengenai sebuah novel karangan Habiburrahman El Shirazy adalah 'Ayat Ayat Cinta'. Ini bukan mengenai hal baper antara dua insan manusia, namun bagiku itu merupakan salah satu novel karangan kang abik yang menjadi salah satu pembangun jiwa ketika lemah mendera. Yang menjadi perhatian khusus bukan mengenai hati antara insan manusia, namun bagiku, lebih mengenai seorang makhluk yang taat akan penciptaNya. Novel yang dibuat kang abik ini merupakan hasil dari mentadaburi salah satu ayat Al Quran, Az Zukhruf : 67. " Teman teman akrab (yang berkasih kasih) pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang orang yang bertaqwa". Dimana hasil dari tadabbur ayat tersebut, dibuatlah seorang sesosok Fahri. Fahri yang memiliki kepribadian baik dan taat akan perintahNya. Dan melalui penggambaran dan aktivitas yang digambarkan kang Abik inilah yang menjadikan salah satu pembangun jiwa mengenai berkehidupa...

Jangan dibaca, awas hati hati baper!

Untukmu laki-laki yang namanya masih dirahasiakan Allah untukku, Ku masih berada dalam dimensi penantian Menanti hadir dan uluran tanganmu untuk meminang Menanti akad yang akan pertemukan hati dan jasad Wahai belahan jiwa Sedang apa kau disana? Masihkah bergumul dengan segudang agenda? Masihkah berjuang menggapai asa? Duhai calon imam penggenap din ini, Ku masih setia menanti Semangatkan dirimu selalu untuk menggapai cinta-Nya Agar cintaku pun semakin dekat padamu dan pada-Nya Biarpun kutak menyimpan namamu Tak jelas jua sketsa wajahmu Tak kenal pribadi dan sifatmu Semua tak masalah bagiku Hanya satu yang kau perlu tahu, Cinta ini selalu ada untukmu Ya Rabb... Jagalah "cinta" hamba senantiasa dalam naungan Ridha-Mu Bimbing langkah kakinya agar selalu dalam jalan perjuangan-Mu Sematkan ketabahan kala ujian berdatangan Pancangkan keteguhan saat badai kesedihan datang Iringi derap langkah hidupnya Tetaplah jaga hatinya Hingga nanti disuatu masa Ka...

Cahaya Bintang (Matahari)

"... Ia laksana bulan purnama yang bersinar terang dan juga bintang yang berkilauan. Namun kalau cahaya matahari datang, cahaya bintang dan terang purnama akan tenggelam ... " tulis seorang penulis buku favorit saya. Habiburrahman El Shirazy atau biasa disapa kang Abik. Tulisannya selalu Bagus, menginspirasi, dan benar benar pembangun jiwa. Juga penggambarannya mengenai keadaannya tertulis dengan seksana sehingga membuat pembaca merasa berada di tempat yang ada di buku. Salah satu karangannya adalah "Bumi Cinta", kalau hanya melihat dari judul, dikiranya pasti tentang dua insan manusia, namun yang saya dapat dari buku ini bukan mengenai hal tersebut, melainkan dari sisi yang lebih membangun jiwa dan menginspirasi untuk segera berekspedisi ke tempat tempat yang ada di buku. Buku "Bumi Cinta" udah lama dibaca, tapi ceritanya tetap mengena di jiwa. Dan sekarang sedang proses membaca buku yang salah satu cuplikannya ada diatas :) Selagi tidak sibuk, luang...

Mencetak generasi yang unggul (?)

Badiuzzaman Said Nursi. Masya Allah. Seorang ulama asal Turki yang amat mencintai ilmu, amat menghormati orang-orang yang berilmu dan sangat menjunjung tinggi ilmu. Bahkan beliau lebih mencintai ilmu ketimbang memikirkan tentang jodohnya, masya Allah. Sungguh berbeda dengan yang terjadi saat ini. Saat ini yang terjadi malah banyak remaja yang lebih memilih pergaulan bebas dan menganggap remeh ilmu. Sungguh miris ketika melihat banyak remaja yang menganggap enteng sebuah ilmu, menganggap remeh orang-orang yang berilmu. Na'udzubillah. Badiuzzaman Said Nursi. Mungkin kalau sekarang itu kalau di tes IQnya, hasilnya sangat besar. Mungkin bisa mengalahkan seorang superjenius asal korea bernama Kim Ung Yonga, yang konon katanya saat umur 3 tahun telah menguasai 4 bahasa,  Jepang, Korea, Jerman, Inggris. Saat umur 4 tahun telah mampu memecahkan soal-soal integral kalkulus dan IQnya mencetak 210. Masya Allah, Baidiuzzaman bisa lebih dari itu. Badiuzzaman mampu menghatamkan 80 kitab d...

Untukmu

Tenang wahai masa depan. Ku cipta ruang kosong dihati ini hanya untukmu seorang. Untukmu yang masih belum terang, masih samar, masih jauh disana, tertutup qalbu, qalbu yang masih tahap memperbaiki. Ku cipta semuanya, kehalalan, kesucian, kejernihan hati ini sungguh hanya untukmu. Untukmu yang tertulis di lauhul mahfuzh. Ku cipta rasa ini, rasa tulus ini, rasa yang tak terbagi lagi kecuali kedua orang tua, nabi dan juga illahi hanya untukmu. Untukmu yang sedang berkelana kesana kemari, yang tak pernah ku ketahui atau bisa jadi justru berkegiatan dan berjumpa setiap hari. Ku cipta semesta isi hati ini, semesta yang masih kosong, masih sunyi dan masih jernih bak air tenang diatas samudra yang luas hanya untukmu. Untukmu yang juga sedang berproses dan berprogres seperti yang ku jalani saat ini. Ketika hati ini mulai lemah, mulai jatuh dan mulai tumbang, ingatlah sesungguhnya hati ini hanya untukmu seorang :) Nuril Fikhi Kamila Di kamar asrama putri Salman ITB 23.09, kamis 07 Se...

Tentang wanita yang memimpikan sesuatu

"Wanita berpendidikan tinggi bukan untuk menyaingi laki-laki, tapi untuk membangun generasi", begitu secuplik kutipan yang ku dapatkan dari suatu bacaan.  Merasa sangat setuju sekali dengan kata-kata tersebut. Karna suatu generasi akan menjadi seperti apa nantinya tentu bergantung salah satunya dengan seperti apa pembelajaran yang didapatkan dari generasi tersebut. Dan pembelajaran pertama sejak suatu generasi dilahirkan yaitu adalah orang tua. Orang tua yang akan mengajarkan banyak hal tentang dunia kepada seorang insan yang terlahir di dunia ini. Hmm, tentu orang tua yang dimaksud disini akan lebih cenderung adalah seorang wanita alias ibu (meskipun pastinya ayah juga memiliki peran yang penting juga sih). Seorang ibu akan menjadi teladan bagi anak-anaknya, menjadi madrasah pertama yang akan mengajarkan banyak hal tentang dunia dan kehidupan ada didalamnya.  Menulis seperti ini jadi keingat ibu. Ibu yang menjadi teladan saya, seorang ibu yang sabar dan pasti banyak pembelaj...

Putuskan...

[Ini lebih tepat diupload beberapa hari lalu, tapi tak apa, pesan yang ingin disampaikan berlaku untuk kapanpun] Seringkali ku berharap, berkhayal, orang-orang yang pernah aku kasi pengertian, aku beri penjelasan sesuai yang ada difikiran, orang-orang yang diam-diam ku doakan, yang ku ingin pikirannya berubah, orang-orang yang ku pertahankan sekuat tenaga, orang-orang yang lain lain, suatu hari ketika malam tiba mereka bermimpi dan berubah pikiran, dan kemudian esok harinya ketika bangun, pikirannya telah sesuai yang ada dalam doa dan harapanku. Hmm, namun, harapan dan khayalanku salah. Sering kali salah. Seringkali Allah memperingatkan dengan berbagai cara, seringkali harapan tak sesuai harapan, itu karna aku berharap pada sesuatu yang salah. Berharaplah hanya kepada Allah :) Hanya Allah-lah tempat segala harapan. Allah lah yang mengerti kita dan Allah lah yang lebih mengerti akan perasaan kita :)

Dia manis. Iya manis. Dia itu adalah ...

"Dia yang manis itu adalah ukhuwah" Terdapat sepenggal cerita dijaman Rasulullah. Cerita tentang sahabat yang kedatangan seorang tamu tetapi ia dan keluarganya hanya mempunyai persediaan makanan yang untuk anak-anaknya saja tidak cukup (ada tapi sedikit sekali). Kemudian sahabat itu meminta istrinya untuk mengajak bermain anak-anaknya, jika anak-anaknya ingin makan malam ajaklah mereka untuk tidur. Dan pada saat tamu tersebut masuk ke ruang makan, dipadamkannya lampu rumahnya. Dan mereka menunjukkan seolah-olah sedang makan bersamanya (yang makan hanya tamunya saja). Dan otomatis, malam itupun mereka lalui dengan menahan lapar. Ketika tamunya sudah selesai berkunjung, keduanya menuju Nabi SAW, kemudian Rasulullah memberitakan kabar gembira berupa pujian dari Allah dengan turunnya ayat 9 surat Al-Hasyr. (Dikutip dari suatu sepenggal cerita) Cerita diatas menggambarkan betapa manisnya ukhuwah. Manis yang dirasa oleh hati yang terdalam. Manis bukan hanya terasa dibibir saja m...