[Ini lebih tepat diupload beberapa hari lalu, tapi tak apa, pesan yang ingin disampaikan berlaku untuk kapanpun]
Seringkali ku berharap, berkhayal, orang-orang yang pernah aku kasi pengertian, aku beri penjelasan sesuai yang ada difikiran, orang-orang yang diam-diam ku doakan, yang ku ingin pikirannya berubah, orang-orang yang ku pertahankan sekuat tenaga, orang-orang yang lain lain, suatu hari ketika malam tiba mereka bermimpi dan berubah pikiran, dan kemudian esok harinya ketika bangun, pikirannya telah sesuai yang ada dalam doa dan harapanku.
Hmm, namun, harapan dan khayalanku salah. Sering kali salah. Seringkali Allah memperingatkan dengan berbagai cara, seringkali harapan tak sesuai harapan, itu karna aku berharap pada sesuatu yang salah. Berharaplah hanya kepada Allah :) Hanya Allah-lah tempat segala harapan. Allah lah yang mengerti kita dan Allah lah yang lebih mengerti akan perasaan kita :)
Aku pernah menulis caption ini sebelumnya, yaitu mengenai sebuah novel karangan Habiburrahman El Shirazy adalah 'Ayat Ayat Cinta'. Ini bukan mengenai hal baper antara dua insan manusia, namun bagiku itu merupakan salah satu novel karangan kang abik yang menjadi salah satu pembangun jiwa ketika lemah mendera. Yang menjadi perhatian khusus bukan mengenai hati antara insan manusia, namun bagiku, lebih mengenai seorang makhluk yang taat akan penciptaNya. Novel yang dibuat kang abik ini merupakan hasil dari mentadaburi salah satu ayat Al Quran, Az Zukhruf : 67. " Teman teman akrab (yang berkasih kasih) pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang orang yang bertaqwa". Dimana hasil dari tadabbur ayat tersebut, dibuatlah seorang sesosok Fahri. Fahri yang memiliki kepribadian baik dan taat akan perintahNya. Dan melalui penggambaran dan aktivitas yang digambarkan kang Abik inilah yang menjadikan salah satu pembangun jiwa mengenai berkehidupa...
Komentar
Posting Komentar