Langsung ke konten utama

Tentang wanita yang memimpikan sesuatu

"Wanita berpendidikan tinggi bukan untuk menyaingi laki-laki, tapi untuk membangun generasi", begitu secuplik kutipan yang ku dapatkan dari suatu bacaan. 

Merasa sangat setuju sekali dengan kata-kata tersebut. Karna suatu generasi akan menjadi seperti apa nantinya tentu bergantung salah satunya dengan seperti apa pembelajaran yang didapatkan dari generasi tersebut. Dan pembelajaran pertama sejak suatu generasi dilahirkan yaitu adalah orang tua. Orang tua yang akan mengajarkan banyak hal tentang dunia kepada seorang insan yang terlahir di dunia ini. Hmm, tentu orang tua yang dimaksud disini akan lebih cenderung adalah seorang wanita alias ibu (meskipun pastinya ayah juga memiliki peran yang penting juga sih). Seorang ibu akan menjadi teladan bagi anak-anaknya, menjadi madrasah pertama yang akan mengajarkan banyak hal tentang dunia dan kehidupan ada didalamnya. 

Menulis seperti ini jadi keingat ibu. Ibu yang menjadi teladan saya, seorang ibu yang sabar dan pasti banyak pembelajaran yang ku dapatkan darinya. 

Aku merasa ingin seperti beliau, di tengah-tengah menjadi ibu rumah tangga, beliau menerapkan keahlian dan hobinya untuk menghilangkan rasa bosan ketika aku dan adik-adik sedang tidak dirumah. Suatu ketika sesi curhat aku bertanya "bu, ketika aku sama adik-adik ke sekolah, samean ngerjain apa?  Apa ga bosan tiap hari di rumah jadi ibu rumah tangga". Ibu selalu menjawab "ya tiap hari kyk gini, ngerjain ini (menjahit), ini kan hobi, ya ga bosen namanya juga hobi, meski kadang bosen tapi untungnya banyak yang datang kesini (kerumah) ". *Aku bertanya begitu karna aku berpikiran suatu saat  nanti aku pasti akan berasa diposisinya, yaitu menjadi seorang ibu*


Berkat penjelasan dari ibu, aku jadi tersadar. Bahwa menjadi seorang wanita tidak hanya butuh gelar tinggi untuk mendidik anak dan keluarganya, namun akan lebih baik jika juga diimbangi dengan suatu keahlian tertentu, misal menjahit, mengajar, merajut, dsb syukur syukur juga menjadi hobbi yang dapat memberikan suatu teladan bagi anak-anaknya. 

On picture, seorang anak dengan tinggi 158 cm dan berat 61 kg dengan menggunakan outfit dari atas sampai bawah yang dijahit oleh ibu tercintanya ♥♥♥

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Keluargaku, Karisma ITB 💕

Aku pernah menulis caption ini sebelumnya, yaitu mengenai sebuah novel karangan Habiburrahman El Shirazy adalah 'Ayat Ayat Cinta'. Ini bukan mengenai hal baper antara dua insan manusia, namun bagiku itu merupakan salah satu novel karangan kang abik yang menjadi salah satu pembangun jiwa ketika lemah mendera. Yang menjadi perhatian khusus bukan mengenai hati antara insan manusia, namun bagiku, lebih mengenai seorang makhluk yang taat akan penciptaNya. Novel yang dibuat kang abik ini merupakan hasil dari mentadaburi salah satu ayat Al Quran, Az Zukhruf : 67. " Teman teman akrab (yang berkasih kasih) pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang orang yang bertaqwa". Dimana hasil dari tadabbur ayat tersebut, dibuatlah seorang sesosok Fahri. Fahri yang memiliki kepribadian baik dan taat akan perintahNya. Dan melalui penggambaran dan aktivitas yang digambarkan kang Abik inilah yang menjadikan salah satu pembangun jiwa mengenai berkehidupa...

Dia manis. Iya manis. Dia itu adalah ...

"Dia yang manis itu adalah ukhuwah" Terdapat sepenggal cerita dijaman Rasulullah. Cerita tentang sahabat yang kedatangan seorang tamu tetapi ia dan keluarganya hanya mempunyai persediaan makanan yang untuk anak-anaknya saja tidak cukup (ada tapi sedikit sekali). Kemudian sahabat itu meminta istrinya untuk mengajak bermain anak-anaknya, jika anak-anaknya ingin makan malam ajaklah mereka untuk tidur. Dan pada saat tamu tersebut masuk ke ruang makan, dipadamkannya lampu rumahnya. Dan mereka menunjukkan seolah-olah sedang makan bersamanya (yang makan hanya tamunya saja). Dan otomatis, malam itupun mereka lalui dengan menahan lapar. Ketika tamunya sudah selesai berkunjung, keduanya menuju Nabi SAW, kemudian Rasulullah memberitakan kabar gembira berupa pujian dari Allah dengan turunnya ayat 9 surat Al-Hasyr. (Dikutip dari suatu sepenggal cerita) Cerita diatas menggambarkan betapa manisnya ukhuwah. Manis yang dirasa oleh hati yang terdalam. Manis bukan hanya terasa dibibir saja m...

Suasana hati (MOOD)

MOOD Hampir setiap orang tentu telah mengenal kata ini. Bahkan tanpa terasa bisa jadi kata ini diucapkan setiap hari, misal "aku lagi gak mood nih" dll. Namun, tahukah bahwa kata ini sebenernya adalah kata serapan dari bahasa inggris yang memiliki arti 'suasana hati'? Yaa, jadi mood ini dalam artian bahasa indonesia adalah suasana hati. Menurut wikipedia, Suasana hati  ( bahasa Inggris :  mood ) adalah suatu bentuk keadaan emosional. Munculnya berbeda dari emosi karena cenderung tidak spesifik, tidak intens, dan tidak selalu muncul oleh  stimulus  atau kejadian tertentu. Setiap manusia tentu akan memiliki mood yang berbeda dalam setiap kejadian. Ada yang selalu memiliki good mood ada pula yang selalu terlihat bad mood. Good mood dan bad mood ini sebenernya dipengaruhi oleh kepribadian masing-masing individu. Orang yang memiliki kepribadian optimis, akan cenderung memiliki mood yang bersemangat begitu pula orang yang berkepribadian pesimis, akan cenderung memili...